Minggu, 29 Agustus 2010

Ingkarnya Sebuah Sumpah dan Janji

Pada hari itu aku tidak menyangka bakalan ada pesan yang masuk ke Hpku, yang isinya orang yang akusayangi bakalan kerja di luar kota, tentunya aku sangat kaget, setelah selama satu bulan lamanya aku tidak pernah sms dia, dengan kebingungan aku mencoba untuk menghubungi dia, pada saat itu aku gak ada pulsa, terpaksa meminjam Hp ortu.

Kemudian aku sms dia, bertanya kenapa baru bilang, kemdian dia menelpon aku dengan nada yang lemah dan sepertinya dia kangen berat denganku, aku masih ingat dengan percakapannya.

Aku :" Knp yank?"
Dia  : " Yank kerumah cepetan, harus sekarang pokoknya "
Aku :"ada apa?"
Dia : "iyaaa pokoknya harus kesini, aku kangeeen"
Aku :"aku masih banyak kerjaan yang, lagi pula aku tidak ada bensin, iya2 aku kesana sekarang"

Dengan tergesa gesa aku langsung berangkat kerumahnya, di perjalanan aku merasa agak aneh, dan tidak enak hati, sesampainya aku dirumah sang kekasih, dia menyambutku dengan wajah cemberut, yang menampilkan wajah kekecewaan. Aku minta maaf kepadanya karena aku tidak pernah ada waktu luang untuknya, dia marah2 pada saat itu, namun sesekali dia bercanda.

Setelah beberapa puluh menit kami bercakap - cakap perasaanku semakin tidak enak, dada bergetar semakin keras, di dalam pikiranku aku harus bertanya apakah dia masih sayang sama aku. Kemudian aku ajak dia berbicara di luar rumahnya.

Aku menghidupkan sebatang rokok, dan hari sudah mulai senja, aku mulai bertantanya apa dia masih sayang sama aku, dia jawab masih tetapi dengan nada ragu, aku lihat mukanya yang tidak meyakinkan, aku berikan beberapa kata2 yang sekiranya bisa membuat dia untuk jujur, setelah beberapa puluh menit berlalu akhirnya dia berkata " aku masih sayang sama cayank(dia memanggilku dengan sebutan cayank), tp aku sudah mulai ragu sama cayank',
aku tanya " kenapa?? apa gara2 aku ga punya uang buat beli pulsa??"
dia menjawab "bukan itu saja, cayank juga ga bisa di kasi tau, di kasi tau ini itu ngelawan ga pernah nurut, coba kalo cayank yang nyuruh aku, harus mau"

Dengan penuh kebingungan aku mencoba untuk menjelaskan keadaanku. Dmn pada hari2 sebelumnya aku memang lagi apes dan bokek abis, sehingga aku tidak mampu membeli pulsa, dan sebagian waktuku aku habiskan dengan pekerjaanku, waktuku dan facebook.

Beberapa bulan sebelumnya aku sempat berkata tidak akan membuat id facebook, dan begitu pula dia, namun setelah beberapa bulan disaat aku merasa bosan dan jenuh dengan kehidupanku, seorang teman menawarkan modemnya untuk aku pakai, dan dengan sangats enang hati aku menerimanya, mulai dari sini perhatianku kurang terhadapnya, tapi bukan berarti aku tidak sayang sama dia. Kami sudah pacaran 2 tahun dan akan menginjak 3 tahun pada 22 September 2010 dmn pada hari itu bertepatan dengan hari ulang tahunnya.

Aku tau aku salah, aku tau aku banyak kurang, tapi apakah aku tidak memiliki kesempatan untuk memperbaikin kesalahanku. Yang aku sessalkan kami sudah putus beberapa kali dan kembali nyambung, tetapi aku masih bisa memaafkan kesalahannya. Aku berjuang keras untuk membuat dia bangga terhadapku, sampai2 sampai pada ujian akhir kuliahku aku buatkan film pendek dan itu aku buat dengan 3 temanku yang membutuhkan banyak perjuangan, belum lagi aku hampir kehilangan nyawa pada saat pembuatan film tersebut, dan pada akhirnya adegan yang paling menegangkan itu tidak terpakai karena masalah durasi, isi dari film itu adalah tentang perjuanganku untuk mendapatkan cintanya. hampir banyak yang aku korbankan untuk dia, cuman buat Peri Kecilku ( sebutanku untuknya). Untuk filmnya mungkin pada artikel berikutnya saya perlihatkan.

Kembali lagi cerita pada saat hari naas itu,
setelah mengalami perdebatan cukup panjang, aku terbawa emosi dan begitu pula dengannya karena kami sama2 memiliki tempramen yang cukup tinggi. Malampun datang aku dan dia sudah untuk memutuskan semuanya, dia memutuskan untuk mengakhiri hubungankita hanya karena alasan, aku tidak pernah sms dan tidakbisa diberitahu.

Mendengar keputusan itu tentunya aku sangat emosi, bukan karena sakit hati di putusin atau aku juga berkata putusm bukan. Alasannya karena pada saat kami jadian untuk yang kedua kalinya kami sama2 bersumpah dan berjanji untuk tidak saling meninggalkan 1 sama lain.
Dan dia juga berjanji dan bersumpah untuk setia selamanya, dan jika dia mengingkari janji dan sumpahnya dia akan siap menerima apa yang akan aku lakukan terhadapnya, entah itu sampai urusan nyawa. Dan aku juga bersumpah demikian,

sebelum resmi kembali jadian aku berkata kepadanya "kalau km yang mengingkari janjimu, berarti berarti kamu sudah mengecewakan aku untuk yang kedua kalinya, dan jika itu terjadi kamu dan keluargamu akan siap merasakan sakit hati seperti apa yang kurasa"Dia menjawab iyaaa,

Karena itu pula aku sangat yakin kepadanya, hamun setelah 10 bulan berlalu, dia mengingkari janjinya. Sebagai laki2 sejati aku harus menepati apa yang telah aku ucapkan, apa lagi urusan sumpah, sampai saat ini aku bersabar agar dia mengerti tentang sumpahnya itu, lebih baik dulu tidak melakukan sumpah atau janji, aku masih bisa terima keputusannya.

Setelah kejadian naas itu aku langsung pulang dengan emosinya, dalam perjalanan aku terus terngiang akan janji janjinya, dan aku sudah mencoba untuk memenuhi semua janji janjiku, tapi apa yang dia lakukan...?? bull shit semuanya, dalam hati aku berteriaaaak "BANGSAAAAAAAAAAT", bisa-bisanya aku dibodoho oleh wanita yang pernah mengecewakan aku dulunya.

Aku berencana untuk menjalankan sumpah dan janjiku, tetapi apa harus..?? sampai sekarang aku masih bingung, setiap hari aku tidak bisa tidur, setiap hari aku memikirkan hal itu,

Hatiku sakiiiit, sumpah sakit bangeeeet, tetapi aku menutupinya dengan kegilaan yg aku lakukan....!! Tidak ada yang pernah mengertinya sakit hatiku, semua hanya bisa meneertawakanku, tanpa merasakan sakitnya aku....,, andai negara ini tidak ada hukumnya mungkin aku sudah membunuh orang yang telah meneertawanku.

Aku benci kehidupanku, aku harap ada yang bisa mengerti isi hatiku....!!

0 komentar:

Posting Komentar