Rabu, 15 September 2010

My Daddy is My Hero

Sudah tiga hari ney cerita kesimpen di draft, lanjutin lagi dikit tanggung, walaupun belakngan ney lagi gak mud buat genean.

Heeeem...,, walaupun hari ini sedikit kesal, yasudahlah gak apa, bosen terus - terusan cerita tentang sakit hati, kaya gak ada cerita indah dalam hidupku. Kali ini aku mau cerita sedikit tentang perjuangan seorang kepala keluarga yang kujadikan pahlawan dan orang yang aku kagumi dalam hidupku, yupz, dia Buaaapakku, aku bangga padanya walaupun dia sering memarahiku, tapi dia adalah seorang kepala keluarga yang bertanggung jawab atas keluarganya.

Bapakku orangnya sangat disiplin, dia ingin aku menjadi orang hebat, dulu sewaktu aku kecil dia selalu memenuhi semua keinginanku, apa yang aku mau dia pasti memenuhinya. My daddy is my hero itulah yang terpikir dalam benakku ketika aku sakit dan ketika aku terbaring tak berdaya di rumah sakit. Dia begitu setia menunggu sampai - sampai dia membuang semua pekerjaannya.

Bapak bisa menjadi penyemangatku, dikala aku merasa lemah dia selalu bercerita tentang perjuangan hidupnya, setiap kali mendengar ceritanya aku menjadi terharu, dalam benakku betapa manjanya aku, sungguh beda dengan Bapakku.

Cerita sedikit mengenai My Hero, lahir di di keluarga sederhana, anak kedua dari lima bersaudara dan kakekku adalah seorang pejuang dimasanya, Bpkku sejak kecil sudah terbiasa hidup susah, hidup tanpa seorang ibu, dengan orang tua yang jarang pulang kerumah. Dimasa kecilnya dia berjuang agar bisa tetap bersekolah, agar bisa menyekolahkan adik -adiknya. Dia terus berjuang, dengan gigih menjalani hidup, jarang sekali dia bisa merasakan apa yang dirasakan oleh teman teman sebayanya ketika dia masih anak -anak, dia tidak pernah menikmati masa kanak -kanaknya.

Setiap manusia pasti memiliki rasa iri, begitu juga dengannya, ketika teman -temannya dibelikan pakaian baru oleh ortunya pada saat hari raya galungan dia hanya memakai baju lama yang sudah kusam di makan waktu. Terkadang dia sangat menyesal memiliki ayah penjudi kelas berat, yaaa kakekku selalu menghabiskan uangnya hanya untuk berjudi dan berjudi. Dan sampai pada akhirnya ayahku lulus SMA pun kakekku tidak berubah, kakekku sekali berjudi bisa tahan berhari hari di arena judi, dan berkeliling mencari tempat judi.

Bapakku memiliki cita -cita sebagai TNI angkatan darat, o iyach pamanku  / kakak dari bapakku lulus kepolisian itu gara -gara kakekku mau membiayainya, namun bapakku ketika lulus test TNI yang hanya tinggal memenuhi administrasi pembayaran kakekku malah tidak mau membiayai, dia sungguh menyesal dengan keadaan itu.Tapi untungnya Bapakku bukan orang yang mudah menyerah, dia berusaha mencari uang agar bisa pergi kekota untuk mengadu nasib, dan pada akhirnya uangnya hanya terkumpul untuk menyewa kendaraan umum saja.

Sesampainya di Denpasar dia tinggal bersama temannya, berbekal sebuah tekad dan kemauan tinggi untuk maju Bapakku berjuang mencari pekerjaan, dan akhirnya dia diterima menjadi karyawan swasta di Hotel Sanur Beach. Pada awalnya bapakku hanya seorang seorang tukang cuci piring yang gajinya tidak seberapa, hanya cukup untuk makan dan membayar kost. Setiap kali dia bekerja, dia selalu menatap ke arah restaurant melihat para Waiter / Pramusaji sedang berbincang -bincang dengan tamu interlokal, dalam hatinya berkata "aku harus bisa berada di posisi itu". Dengan semangat gigih Bapakku terus belajar dan belajar, dan pada akhirnya suatu hari dia di panggil boss restaurant, yang memintanya membantu di restauran, tetapi itu adalah masa paling sulit baginya, jika dia gagal menjalankan tugasnya dia akan kehilangan semua pekerjaannya.


Setelah  6 bulan terlewati dia lulus ujian, dan dia diterima menjadi karyawan resmi. tentunya dia sangat senang, pada masa itu pariwisata di Bali sangat makmur. Singkat cerita buapakku menikahi ibuku, eh iyaa dulu pada masa mudanya bapakku dan ibuku sama - sama jadi primadona di desanya, walaupun bapakku beberapa kali pacaran dengan kembang desa lainnya cuman ibuku yang bisa naklukin dia. Dia mengajak ibuku tinggal bersamanya di Denpasar. Selang beberapa bulan pernikahan mereka, Buapakku mampu membangun rumah sederhana di Denpasar, itupun dengan keringatnya sendiri, dan tak ada seorangpun yang membantu.

Hebanya lagi Bapakku mampu menyekolahkan adik perempuannya yang kini menikah dengan pria berketurunan cina, dan kini bibiku itu serasa bermusuhan dengan keluarga kami hanya karena maslah harta, dia lupa dengan apa yang telah Bapakku berikan, kalau bukan karena Bapakku bibiku itu tidak lulus sekolah. Setelah beberapa bulan pernikan Bapakku dengan Ibuku mereka dikaruniai anak laki - laki yang lucu banget, imoet - imoet lagi, heheh yupz tow aku sendiri.

Ditengah kebahagiaan mereka, hati mereka merasa sedih anak pertamanya lahir tidak normal, yupz aku terlair dengan kaki yang tidak normal, kedua pergelangan kakiku mengarah ketengah. Namun Bapakku tidak mau pasrah dengan keadaanku, dia berusaha mencari dokter yang bisa menyembuhkan kakiku, pada saat itu jarang ada Dokter ahli, mungkin Ida Sang Hyang Widhi Berkehendak lain, ada seorang dokter yang mampu membantu penyembuhanku dan Bapakku senang sekali. Dan pada akhirnya kakiku normal lagi dan bisa di pakai sampai sekarang.

Oh iyach, walaupun dlu kakiku pernah bermasalah, sewaktu aku SMP dan SMA aku seorang atlet lari dan sepak bola, bukannya sombong atau ingin menyombongka diri, dloo namaQ dan teman kecilku Babuank sebutannya adalah duet yg mematikan dalam sepak bola, banyak club - club sepak bola yang meminjam tenaga kami. Untuk kisahku aku buat kapan - kapansaja yach, sekarang khusus kisah bapakku heheheh!!

Beberapa tahun kemudian kemabali bapakku dikaruniai 2 orang anak perempuan yang jaraknya beda 2 tahun. Beberapa tahun dia bekekerja dia naik jabatan, tidak sia - sia perjuangannya bertahun  - tahun mungkin lebih dari sepuluh tahun, dia mampu membuktikan bahwa dirinya mampu menjadi orang mandiri.

Bertahun - tahun bapakku mengumpulkan hasil keringatnya, demi membangun sebuah rumah idamannya, namun ketika dia hampir mencapai cita -citanya itu, pariwisata Bali kena musibah, ya pada saat itu terjadi BOM BALI 1, belum sepenuhnya rumah yang di bangun bapakku dengan keringatnya selesai, sudah ada bencana. Pada saat itu keluarga kami benar - benar terpukul, Bapakku benar - benar terpukul, terjadi pengurangan karyawan ditempatnya bekerja, karena Bapakku dianggap mempunyai dedikasi tinggi terhadap pekerjannya dia tidak diberhentikan, namun pariwisata pada saat itu benar - benar mati. Bapakku harus berjuang matian -matian menyekolahi kami, memenuhi kebutuhan aku dan adik adikku.

Belum pulih keadaan keluarga kami lagi - lagi BANGSAT - BANGSAT tow merusak Bali, maaf sampai saat ini aku membenci orang Jawa / Muslem. gara - gara mereka keadaanku berubah drastis, gara - gara mereka bapakku harus membuang semua cita -citanya. BANGSAT - BANGSAT!! Bapakku mencoba usaha ini itu, dan sampai akhirnya hal yang tidak pernah dipikirkannya, harus dia lakukan karena keadaan keuangan keluarga yang tidak memungkinkan. Yaaach, bapakku harus merelakan rumah yang di bangunnya puluhan tahun dan yang ditempatinya puluhan tahun, dia menjual rumah kami dan membangun Rumah baru yang lebih sederhana, karena uang hasil penjualan rumah digunakan untuk membayar semua hutang - hutangnya dan membiayai kami sekolah. Betapa terpukulnya bapakku, aku melihat dia menangis ketika melakukan upacara pelepasan rumah, yang mengharuskannya untuk menghancurkan sanggah yang dimana dulu setiap malamnya dijadikan tempat memohon keselamatan keluarga kami.

Dia terus dan terus berjuang, dia begitu sabar menghadapi aku, dia begitu sabar mendidik aku. Dia selalu mendukung apa yang aku lakukan, dia selalu memenuhi kebutuhanku, dia bisa menjadi teman disaat aku merasakan butuh teman, sering kali aku membuatnya naik pitam, sehingga dulu aku sempat baku hantam dengannya, dan pada akhirnya aku minta maaf dan dia memaafkan kesalahanku.

Dan sampai sekarang dia menjadi Pahlawanku, dan tidak semua cerita Bapakku aku bisa muat arena terbatasnya tenagaku untuk mengetik.

Dia ingin aku menjadi orang yang hebat, orang yang berguna, orang yang bertanggung jawab. Dia ingin aku menjadi seorang kesatria, seorang yang pemberani, seorang yang bermental baja, seorang yang mandiri. Dia ingin aku menjadi teladan bagi adik adikku, dia ingin aku menjadi pelindung keluargaku kelak, dia ingin aku menjadi orang yang sabar, dia ingin aku menjadi diriku sendiri.


Pak, maapin anakmu ini, yang belum bisa memenuhin semua keinginanmu, pak maapin aku yang selalu melawan, aku sudah berusaha menjadi yang terbaik tetapi aku selalu salah, ketika aku ingin membuktikan aku bisa menjadi no 1 di kampusku, aku menjadi orang hebat, aku menjadi orang terpandai, itu sudah kulakukan. 

Walaupun sebelum kuliah aku memiliki pengalaman yang kelam, aku bukan orang yang baik, tapi aku berusaha membuktikan kepadanya bahwa aku bisa menjadi orang yang di banggakan, dan pada saat wisuda semua harapanku musnah, aku tidak bisa menjadi Mahasiswa terbaik di kampusku, aku hanya masuk urutan 3 besar.

SUMPAH sedih banget, siang malam aku belajar dan belajar di depan komputer, sampai - sampai aku membuang semuanya, mulai dari teman -teman, sampai  - sampai aku tidak memikirkan masalah percintaan, yang ada di otakku aku harus membuktikan kepadanya bahwa aku bisa menjadi yang terbaik, tapi aku gagal.

Aku minta maap, aku tidak bisa jadi yang sempurna, aku hanya ingin membuatmu bangga kepadaku. Aku akan terus berusaha untuk mewujudkan cita -citamu. Dia Pahlawanku, pahlawan hidupku. Aku sangat bangga padanya. Suatu saat aku pasti akan menjadi seperti bapakku. Kelak nanti aku memiliki keturunan, akan kuceritakan bagaimana perjuangan kakeknya yang hebat, yang bisa membuatku nangis bila mengingatnya disaat aku jauh dengannya.

Pak, anakmu ini ingin ngucapin makasi banget, udah membesarkan aku, udah menjadi pelindungku, aku tidak bisa membayangkan bagaimana jika aku hidup tanpa seorang Bapak sepertimu. Karena egoku, dan tempramentalku aku selalu membuatmu kesal, tapi kau tak pernah memusuhiku. Kau selalu memenuhi apa yang aku inginkan walaupun harus mengorbankan darah dan keringat. I Love U Dad.

Dulu sempat aku berfikir jika aku jauh dengan orang tua hidupku akan merasa nyaman, tenang, dan bebas, namun setelah beberapa bulan aku belajar hidup mandiri, lepas dari tanggungan orangtua, aku merasa hidupku hampa, dan setiap aku mendengarkan lagu - lagu kesukaanya (Iwan Fals dan aku juga suka ) aku pasti tidak sengaja meneteskan air mata di kesendirianku.

I LOVE U DAD, You are My Hero.


Dan ini adalah lirik lagu yang selalu mengingatkan aku kepada Bapakku, lagu ini milik Simple Plan dengan judul Perfect


Hey Dad look at me
Think back and talk to me
Did I grow up according
To plan?
Do you think I’m wasting
My time doing things I
Wanna do?
But it hurts when you
Disapprove all along


And now I try hard to make it
I just want to make you proud
I’m never gonna be good
Enough for you
I can’t pretend that
I’m alright
And you can’t change me


‘Cuz we lost it all
Nothing lasts forever
I’m sorry
I can’t be Perfect
Now it’s just too late
And we can’t go back
I’m sorry
I can’t be Perfect


I try not to think
About the pain I feel inside
Did you know you used to be
My hero?
All the days
You spent with me
Now seem so far away
And it feels like you don’t
Care anymore


And now I try hard to make it
I just want to make you proud
I’m never gonna be good
Enough for you
I can’t stand another fight
And nothing’ alright


‘Cuz we lost it all
Nothing lasts forever
I’m sorry
I can’t be Perfect
Now it’s just too late
And we can’t go back
I’m sorry
I can’t be Perfect


Nothing’s gonna change
The things that you said
Nothing’s gonna make this
Right again
Please don’t turn your back
I can’t believe it’s hard
Just to talk to you
But you don’t understand


‘Cuz we lost it all
Nothing lasts forever
I’m sorry
I can’t be Perfect
Now it’s just too late
And we can’t go back
I’m sorry
I can’t be Perfect


‘Cuz we lost it all
Nothing lasts forever
I’m sorry
I can’t be Perfect
Now it’s just too late
And we can’t go back
I’m sorry
I can’t be Perfect

0 komentar:

Posting Komentar